PERPUSTAKAAN Prof. Dr. Nurcholish Madjid

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Peran Guru-Guru Ngaji Terhadap Transmisi Nilai Nilai Sosial-Keagamaan Di Desa Paya Benua, Bangka 1950-2000

No image available for this title
Maraknya pengajian-pengajian Al-Qur‘an, kitab-kitab
keagamaan dan penerapan nilai-nilai di dalamnya merupakan peranan
yang disumbangkan oleh Guru-guru Ngaji di Desa Paya Benua pada
paruh akhir abad ke-20. Selama kurun waktu itu secara esensi peranan
tersebut tidak mengalami perubahan sama sekali. Oleh sebab itu
mengantarkan penulis pada pertanyaan bagaimana peran guru ngaji
terhadap transmisi nilai-nilai sosio-religius di Desa Paya Benua dari
tahun 1950-2000.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut digunakan metode
historis, pendekatan sosiologi dan teori perannya Erving Goffman.
Oleh karena itu diharapkan dapat mendeskripsikan studi penelitian
yang dimaksud dan didukung bukti-bukti seperti arsip, koleksi kitabkitab, ijazah dan wawancara.
Adapun temuan yang mendukung penelitian ini: 1. Anjuran
utnuk menerapkan nilai-nilai silaturrahim sebagaimana ajaran Islam. 2.
Penerapan dan pengamalan zakat pertanian. 3. Wakaf harta tak
bergerak demi kemaslahatan umat. 4. Melaksanakan nganggung saat
ada warga desa yang meninggal. 5. Memperkuat nilai ukhuwah atau
persaudaraan ketika terjadi perbedaan pendapat tentang masalah
nganggung
Ketersediaan
SS22010SKR SPI 22010Perpustakaan FAH (Skripsi SPI)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detil
Judul Seri

-

No. Panggil

SKR SPI 22010

Penerbit

Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah : Jakarta.,

Deskripsi Fisik

xiii, 94 hlm.: ill.; 25 cm

Bahasa

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Klasifikasi

SKR SPI

Informasi Detil
Tipe Isi

text

Tipe Media

-

Tipe Pembawa

-

Edisi

-

Info Detil Spesifik

-

Pernyataan Tanggungjawab
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas

Share :


Link Repository

Pustaka Digital Internasional

Berikut link E-Jurnal, E-Book , dan E-Lib Internasional. Silahkan klik tab disamping, klik logo nya untuk menuju website Pustaka Digital Internasional

Punya kritik , saran , pesan harapan ?