Penetapan awal puasa dan 1 syawal di kalangan lajnah falakiyah al-husiniyah pasca reformasi indonesia 1998-2023
Shofwat Zaini - Personal Name
Jajang Jahroni - Personal Name
Penelitian ini membahas perbedaan penetapan awal bulan Hijriyah
antara Lajnah Falakiyah Al-Husiniyah dengan Pemerintah yang dalam metode
penetapannya sama-sama menggunakan rukyat sebagai dasar penetapan awal
bulan. Penelitian ini menggunakan metode historis. Pengumpulan data untuk
penelitian ini menggunakan sumber primer berupa, wawancara dengan tokoh
Lajnah Falakiyah Al-Husiniyah, surat kabar elektronik yang sezaman, dan
juga berita acara rukyat hilal. Dari penelitian ini ditemukan terjadi beberapa
kali perbedaan hasil penetapan awal bulan Hijriyah antara Lajnah Falakiyah
Al-Husiniyah dengan Pemerintah. Perbedaan penetapan awal bulan Hijriah
antara Lajnah Falakiyah Al-Husiniyah dan pemerintah disebabkan oleh
perbedaan metode perhitungan posisi hilal. Perbedaan disebabkan karena
Lajnah Falakiyah Al-Husiniyah menggunakan beberapa metode perhitungan,
dan apabila salah satu metode menunjukkan ketinggian hilal minimal 2°, maka
rukyat dapat dilakukan dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah juga mensyaratkan ketinggian hilal minimal 2°, tetapi hanya
menggunakan metode hisab kontemporer dalam perhitungannya. Walaupun
sering terjadi perbedaan akan tetapi hasil rukyat Lajnah Falakiyah AlHusiniyah tetap digunakan oleh masyarakat sekitar. Selain itu dalam menjaga
supaya kegiatan rukyat hilal ini tetap terjaga dan juga sebagai dakwah Lajnah
Falakiyah Al-Husiniyah membuat program pelatihan baik untuk masyarakat
umum ataupun para santri, dan juga rutin melaksanakan rukyat setiap awal
bulan Hijriyah tidak terpaku hanya bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah
saja.
antara Lajnah Falakiyah Al-Husiniyah dengan Pemerintah yang dalam metode
penetapannya sama-sama menggunakan rukyat sebagai dasar penetapan awal
bulan. Penelitian ini menggunakan metode historis. Pengumpulan data untuk
penelitian ini menggunakan sumber primer berupa, wawancara dengan tokoh
Lajnah Falakiyah Al-Husiniyah, surat kabar elektronik yang sezaman, dan
juga berita acara rukyat hilal. Dari penelitian ini ditemukan terjadi beberapa
kali perbedaan hasil penetapan awal bulan Hijriyah antara Lajnah Falakiyah
Al-Husiniyah dengan Pemerintah. Perbedaan penetapan awal bulan Hijriah
antara Lajnah Falakiyah Al-Husiniyah dan pemerintah disebabkan oleh
perbedaan metode perhitungan posisi hilal. Perbedaan disebabkan karena
Lajnah Falakiyah Al-Husiniyah menggunakan beberapa metode perhitungan,
dan apabila salah satu metode menunjukkan ketinggian hilal minimal 2°, maka
rukyat dapat dilakukan dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah juga mensyaratkan ketinggian hilal minimal 2°, tetapi hanya
menggunakan metode hisab kontemporer dalam perhitungannya. Walaupun
sering terjadi perbedaan akan tetapi hasil rukyat Lajnah Falakiyah AlHusiniyah tetap digunakan oleh masyarakat sekitar. Selain itu dalam menjaga
supaya kegiatan rukyat hilal ini tetap terjaga dan juga sebagai dakwah Lajnah
Falakiyah Al-Husiniyah membuat program pelatihan baik untuk masyarakat
umum ataupun para santri, dan juga rutin melaksanakan rukyat setiap awal
bulan Hijriyah tidak terpaku hanya bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah
saja.
Ketersediaan
| SS24072 | SKR SPI 24072 | Perpustakaan FAH (Skripsi SPI) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
SKR SPI 24072
Penerbit
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah : Jakarta., 2024
Deskripsi Fisik
xi, 69 hlm. ; illus. ; 25 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
SKR SPI
Informasi Detil
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Shofwat Zaini
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas










