Konflik sosial di kota ternate tahun 1999-2000
M. Ifzal Limatahu - Personal Name
Azhar Shaleh - Personal Name
Kota Ternate merupakan sebuah kota transit yang ada di kawasan
Maluku Utara. Sebagai salah satu kota transit, Ternate mempunyai
keberagaman etnis, suku, agama, dan ras yang hidup rukun dan saling
berdampingan antara satu sama lain dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
kebudayaan adat se atorang. Namun hidup berdampingan tersebut
seketika lenyap ketika terjadi konflik sosial tahun 1999 baik antar agama
yakni Islam dan Kristen maupun antar kelompok masyarakat yakni
Pasukan Putih dan Pasukan Kuning. Skripsi ini bertujuan untuk
menjelaskan konflik sosial yang terjadi di Kota Ternate tahun 1999-2000
tersebut.
Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode historis
dengan pendekatan sosiologi, ditambah dengan teori Konflik yang
dikemukakan oleh Ralf Dahrendorf (1959). Pembahasan skripsi ini
berfokus pada tatanan kehidupan sosial pada saat terjadinya konflik sosial
di Kota Ternate tahun 1999-2000 dan dampak setelahnya.
Berdasarkan data yang ditemukan, diperoleh kesimpulan bahwa
konflik yang berkembang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu
pergolakan politik elite lokal yang haus akan kekuasaan yang
menimbulkan polarisasi dalam lapisan masyarakat sehingga konflik antar
masyarakat sudah tidak dapat dihindarkan lagi. Selain itu dengan adanya
PP. No. 42/1999 tentang pemekaran Kecamatan Malifut di daerah Kao
juga menjadi faktor penting terjadinya konflik di Kota Ternate, dengan
mengungsinya warga Makian ke Kota Ternate. Kemudian terjadinya
gelombang pengungsi dari Ambon juga turut andil dalam meletusnya
konflik sosial ini. Selama terjadinya konflik, ikatan adat dan budaya adat
se atorang yang sudah tertanam di dalam masyarakat sebagai salah satu
ikatan sosial antar masyarakat di Kota Ternate memiliki peran penting
dalam diperolehnya kedamaian.
Maluku Utara. Sebagai salah satu kota transit, Ternate mempunyai
keberagaman etnis, suku, agama, dan ras yang hidup rukun dan saling
berdampingan antara satu sama lain dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
kebudayaan adat se atorang. Namun hidup berdampingan tersebut
seketika lenyap ketika terjadi konflik sosial tahun 1999 baik antar agama
yakni Islam dan Kristen maupun antar kelompok masyarakat yakni
Pasukan Putih dan Pasukan Kuning. Skripsi ini bertujuan untuk
menjelaskan konflik sosial yang terjadi di Kota Ternate tahun 1999-2000
tersebut.
Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode historis
dengan pendekatan sosiologi, ditambah dengan teori Konflik yang
dikemukakan oleh Ralf Dahrendorf (1959). Pembahasan skripsi ini
berfokus pada tatanan kehidupan sosial pada saat terjadinya konflik sosial
di Kota Ternate tahun 1999-2000 dan dampak setelahnya.
Berdasarkan data yang ditemukan, diperoleh kesimpulan bahwa
konflik yang berkembang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu
pergolakan politik elite lokal yang haus akan kekuasaan yang
menimbulkan polarisasi dalam lapisan masyarakat sehingga konflik antar
masyarakat sudah tidak dapat dihindarkan lagi. Selain itu dengan adanya
PP. No. 42/1999 tentang pemekaran Kecamatan Malifut di daerah Kao
juga menjadi faktor penting terjadinya konflik di Kota Ternate, dengan
mengungsinya warga Makian ke Kota Ternate. Kemudian terjadinya
gelombang pengungsi dari Ambon juga turut andil dalam meletusnya
konflik sosial ini. Selama terjadinya konflik, ikatan adat dan budaya adat
se atorang yang sudah tertanam di dalam masyarakat sebagai salah satu
ikatan sosial antar masyarakat di Kota Ternate memiliki peran penting
dalam diperolehnya kedamaian.
Ketersediaan
| SS24068 | SKR SPI 24068 | Perpustakaan FAH (Skripsi SPI) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
SKR SPI 24068
Penerbit
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah : Jakarta., 2024
Deskripsi Fisik
xiii, 72 hlm. ; illus. ; 25 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
SKR SPI
Informasi Detil
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
M. Ifzal Limatahu
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas










