Analisis Kritis Atas Respon Taufiq Ismail Terhadap Kondisi Sosial Politik Dalam Kumpulan Puisi Tirani Dan Benteng Tahun 1960 - 1966
Abdul Rosid - Personal Name
M. Dien Madjid - Personal Name
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis puisi-puisi Taufiq Ismail yang
mengkritik kondisi sosial politik di Indonesia, khususnya yang diintervensi oleh PKI,
serta dampaknya terhadap kondisi sosial, politik, di Indonesia. Dengan fokus pada
pemahaman simbolisme, gaya bahasa, dan kritik yang terdapat dalam karya-karya
Taufiq Ismail, penelitian ini mengungkap pandangan kritis penulis terhadap praktik
otoriter dan represif yang dilakukan oleh kelompok komunis (PKI) serta Rezim Orde
Lama di Indonesia, terutama menjelang dan selama peristiwa Gerakan 30 September
1965 (G30S/PKI). Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah New
Historicism, yang menekankan pentingnya konteks sejarah dalam analisis teks
sastra. Pendekatan ini berlandaskan pada pandangan tokoh-tokoh seperti Stephen
Greenblatt dan Louis A. Montrose, yang menyatakan bahwa teks sastra dan sejarah
saling terkait dan harus dipahami dalam konteks sosialnya. Metodologi yang
diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis dengan menggunakan
metode penelitian sejarah yang mencakup pengumpulan dan analisis data. Sumber
data utama yang digunakan terdiri dari buku-buku karya Taufiq Ismail, seperti Tirani
dan Benteng (1993), Sesudah 50 Tahun Gagalnya Kudeta PKI (1965-2015) (2015),
Matine Gusti Allah Riwayat Palu Arit Sedunia (2015), dan Katastrofi Mendunia:
Marxisma, Leninisma, Stalinisma, Maoisma, Narkoba (2004). Melalui penelitian ini,
diharapkan dapat dipahami bagaimana Taufiq Ismail menggunakan puisi sebagai
medium untuk menyampaikan kritik terhadap kondisi sosial politik serta rezim orde
lama yang menindas individu dan merusak tatanan sosial.
mengkritik kondisi sosial politik di Indonesia, khususnya yang diintervensi oleh PKI,
serta dampaknya terhadap kondisi sosial, politik, di Indonesia. Dengan fokus pada
pemahaman simbolisme, gaya bahasa, dan kritik yang terdapat dalam karya-karya
Taufiq Ismail, penelitian ini mengungkap pandangan kritis penulis terhadap praktik
otoriter dan represif yang dilakukan oleh kelompok komunis (PKI) serta Rezim Orde
Lama di Indonesia, terutama menjelang dan selama peristiwa Gerakan 30 September
1965 (G30S/PKI). Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah New
Historicism, yang menekankan pentingnya konteks sejarah dalam analisis teks
sastra. Pendekatan ini berlandaskan pada pandangan tokoh-tokoh seperti Stephen
Greenblatt dan Louis A. Montrose, yang menyatakan bahwa teks sastra dan sejarah
saling terkait dan harus dipahami dalam konteks sosialnya. Metodologi yang
diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis dengan menggunakan
metode penelitian sejarah yang mencakup pengumpulan dan analisis data. Sumber
data utama yang digunakan terdiri dari buku-buku karya Taufiq Ismail, seperti Tirani
dan Benteng (1993), Sesudah 50 Tahun Gagalnya Kudeta PKI (1965-2015) (2015),
Matine Gusti Allah Riwayat Palu Arit Sedunia (2015), dan Katastrofi Mendunia:
Marxisma, Leninisma, Stalinisma, Maoisma, Narkoba (2004). Melalui penelitian ini,
diharapkan dapat dipahami bagaimana Taufiq Ismail menggunakan puisi sebagai
medium untuk menyampaikan kritik terhadap kondisi sosial politik serta rezim orde
lama yang menindas individu dan merusak tatanan sosial.
Ketersediaan
| TA24014 | TA SPI 24014 | Perpustakaan FAH (Tesis SPI) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
TA SPI 24014
Penerbit
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah : Jakarta., 2024
Deskripsi Fisik
x, 122 hlm. ; illus. ; 25 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
TA SPI
Informasi Detil
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Abdul Rosid
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas










