Resistensi Perempuan dalam Novel Fatah Al-Yāqat Al-‘Zarqai karya Amr Abdul Hamid (Kajian Feminisme Naomi Wolf)
Faudia Dwi Rizkiany - Personal Name
Rd. Siti Sa'adah - Personal Name
Pada saat ini, perempuan dapat dikatakan mempunyai kekuasaan dalam hal pendidikan
dan pekerjaan, namun perempuan masih belum mempunyai hak dan kebebasan berpendapat di
sebagian kalangan masyarakat, sehingga perempuan terus menuntut persamaan hak dan
kebebasan berpikir, beraktivitas dan berprofesi tanpa adanya hambatan mengandalkan laki-laki.
Lalu munculah gerakan perempuan sebagai upaya perlawanan dengan kekuatan yang dimiliki
perempuan, Perlawanan perempuan berisi tentang tindakan positif yang menunjukkan adanya
kekuatan mereka dan meruntuhkan pandangan yang menyiratkan ketidakberdayaan perempuan
Hal tersebut terdapat dalam Novel Fatāh Al-Yāqat Al-‘Zarqāi karya Amr Abdul Hamid. Novel
Fatāh Al-Yāqat Al-‘Zarqāi menceritakan tentang perjuangan seorang wanita melawan sistem
hukum yang tidak manusiawi, di mana perempuan diperdagangkan sebagai komoditas. Dengan
penuh pengorbanan, tokoh utama perempuan ini berusaha mengungkap kebenaran pada
ketidakadilan. Cerita ini menyoroti tentang kesedihan, ketidakadilan, dan keberanian dalam
perjuangan untuk keadilan di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan resistensi
perempuan dengan perspektif Naomi Wolf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif dengan menggunakan teori feminisme kekuasaan Naomi Wolf. Teknik pengumpulan
data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca, catat, pengumpulan dan pendekskripsian.
Hasil penelitian ini terdiri dari Unsur Instrinsik dalam Novel Fatāh Al-Yāqat Al-‘Zarqāi, Korelasi
antara kondisi kesehatan perempuan di Mesir dan Resistensi Perempuan, adapun bentuk dari
resistensi perempuan dalam novel ini terdiri dari 6 aspek yaitu independensi, altruisme, persisten,
chauvinisme, revolusioner dan ketangguhan.
dan pekerjaan, namun perempuan masih belum mempunyai hak dan kebebasan berpendapat di
sebagian kalangan masyarakat, sehingga perempuan terus menuntut persamaan hak dan
kebebasan berpikir, beraktivitas dan berprofesi tanpa adanya hambatan mengandalkan laki-laki.
Lalu munculah gerakan perempuan sebagai upaya perlawanan dengan kekuatan yang dimiliki
perempuan, Perlawanan perempuan berisi tentang tindakan positif yang menunjukkan adanya
kekuatan mereka dan meruntuhkan pandangan yang menyiratkan ketidakberdayaan perempuan
Hal tersebut terdapat dalam Novel Fatāh Al-Yāqat Al-‘Zarqāi karya Amr Abdul Hamid. Novel
Fatāh Al-Yāqat Al-‘Zarqāi menceritakan tentang perjuangan seorang wanita melawan sistem
hukum yang tidak manusiawi, di mana perempuan diperdagangkan sebagai komoditas. Dengan
penuh pengorbanan, tokoh utama perempuan ini berusaha mengungkap kebenaran pada
ketidakadilan. Cerita ini menyoroti tentang kesedihan, ketidakadilan, dan keberanian dalam
perjuangan untuk keadilan di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan resistensi
perempuan dengan perspektif Naomi Wolf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif dengan menggunakan teori feminisme kekuasaan Naomi Wolf. Teknik pengumpulan
data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca, catat, pengumpulan dan pendekskripsian.
Hasil penelitian ini terdiri dari Unsur Instrinsik dalam Novel Fatāh Al-Yāqat Al-‘Zarqāi, Korelasi
antara kondisi kesehatan perempuan di Mesir dan Resistensi Perempuan, adapun bentuk dari
resistensi perempuan dalam novel ini terdiri dari 6 aspek yaitu independensi, altruisme, persisten,
chauvinisme, revolusioner dan ketangguhan.
Ketersediaan
| SA24071 | SKR BSA | Perpustakaan FAH | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
: Jakarta., 2024
Deskripsi Fisik
90 hlm. 25 cm
Bahasa
Arab
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Informasi Detil
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Faudia Dwi Rizkiany
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas










