Konflik Sosial Pada Novel Wā Islāmāh Karya Ali Ahmad Bakatsir
Muhammad Rafi Alhafizh - Personal Name
Titi Farhanah - Personal Name
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk konflik sosial pada novel Wā Islāmāh
karya Ali Ahmad Bakatsir serta sebab-sebab dari konflik itu terjadi. Penelitian ini merupakan
penelitian studi pustaka yang menggunakan sumber primer berupa novel Wā Islāmāh dan sumber
pendukung lainnya, berupa buku dan artikel, sebagai data sekunder. Selain itu, penelitian ini
menggunakan teori konflik sosial Lewis Alfred Coser untuk mengidentifikasi dan menganalisis
jenis-jenis konflik serta penyebabnya yang terdapat dalam novel, serta teori sosiologi sastra untuk
mengkaji bagaimana karya sastra mencerminkan realitas sosial dan dokumentasi sejarah yang ada
zamannya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk konflik
sosial yang terjadi dalam novel Wā Islāmāh, yaitu konflik realistis dan konflik non-realistis.
Konflik realistis yang digambarkan oleh novel yaitu hostile feeling dan hostile behavior. Bentuk
konflik pada hostile feeling yang terjadi di dalam novel disebabkan karena faktor sosial dan politik
yang sebelumnya melatarbelakangi terjadinya konflik seperti penyerangan Mongol atas Daulah
Khawarizmiyah, konflik antara Sultan Khawarizmi dengan Khalifah Abbasiyah, dan konflik antara
Qutuz dan Baybars. Sedangkan bentuk konflik hostile behavior terlihat pada konflik antara orang-
orang Islam dan pasukan salib, konflik antara 2 Daulah Ayyubiyah, dan konflik antara Daulah
Mamalik dan Mongol. Konflik non-realistis dalam novel ini disebabkan karena keinginan pihak
lain untuk memisahkan konflik yang terjadi antar kedua belah pihak seperti penyelesaian konflik
antara raja dengan peramal dan penyelesaian konflik perbudakan. Hal ini menunjukkan bahwa
novel Wā Islāmāh merupakan cerminan sosial dan dokumentasi sejarah yang menggambarkan
keadaan sosial dan politik Islam pada abad ke-13 Masehi. Hal ini dibuktikan melalui penyesuaian
antara kutipan dalam novel dengan catatan sejarah yang relevan dalam buku buku sejarah yang
memiliki kecocokan cerita dan sejarah di dalamnya seperti ekspansi Mongol ke daerah
Kekhilafahan Islam, kejatuhan Kekhilafahan Abbasiyah, konflik Kesultanan Ayyubiyah,
berdirinya Kesultanan Mamalik, dan peperangan ’Ain Jālūt. Kesimpulannya, penelitian ini
menegaskan bahwa novel Wā Islāmāh tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga
sebagai dokumentasi sejarah yang merefleksikan kondisi sosial dan politik yang terjadi pada abad
ke-13 Masehi.
karya Ali Ahmad Bakatsir serta sebab-sebab dari konflik itu terjadi. Penelitian ini merupakan
penelitian studi pustaka yang menggunakan sumber primer berupa novel Wā Islāmāh dan sumber
pendukung lainnya, berupa buku dan artikel, sebagai data sekunder. Selain itu, penelitian ini
menggunakan teori konflik sosial Lewis Alfred Coser untuk mengidentifikasi dan menganalisis
jenis-jenis konflik serta penyebabnya yang terdapat dalam novel, serta teori sosiologi sastra untuk
mengkaji bagaimana karya sastra mencerminkan realitas sosial dan dokumentasi sejarah yang ada
zamannya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk konflik
sosial yang terjadi dalam novel Wā Islāmāh, yaitu konflik realistis dan konflik non-realistis.
Konflik realistis yang digambarkan oleh novel yaitu hostile feeling dan hostile behavior. Bentuk
konflik pada hostile feeling yang terjadi di dalam novel disebabkan karena faktor sosial dan politik
yang sebelumnya melatarbelakangi terjadinya konflik seperti penyerangan Mongol atas Daulah
Khawarizmiyah, konflik antara Sultan Khawarizmi dengan Khalifah Abbasiyah, dan konflik antara
Qutuz dan Baybars. Sedangkan bentuk konflik hostile behavior terlihat pada konflik antara orang-
orang Islam dan pasukan salib, konflik antara 2 Daulah Ayyubiyah, dan konflik antara Daulah
Mamalik dan Mongol. Konflik non-realistis dalam novel ini disebabkan karena keinginan pihak
lain untuk memisahkan konflik yang terjadi antar kedua belah pihak seperti penyelesaian konflik
antara raja dengan peramal dan penyelesaian konflik perbudakan. Hal ini menunjukkan bahwa
novel Wā Islāmāh merupakan cerminan sosial dan dokumentasi sejarah yang menggambarkan
keadaan sosial dan politik Islam pada abad ke-13 Masehi. Hal ini dibuktikan melalui penyesuaian
antara kutipan dalam novel dengan catatan sejarah yang relevan dalam buku buku sejarah yang
memiliki kecocokan cerita dan sejarah di dalamnya seperti ekspansi Mongol ke daerah
Kekhilafahan Islam, kejatuhan Kekhilafahan Abbasiyah, konflik Kesultanan Ayyubiyah,
berdirinya Kesultanan Mamalik, dan peperangan ’Ain Jālūt. Kesimpulannya, penelitian ini
menegaskan bahwa novel Wā Islāmāh tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga
sebagai dokumentasi sejarah yang merefleksikan kondisi sosial dan politik yang terjadi pada abad
ke-13 Masehi.
Ketersediaan
| SA24070 | SKR BSA | Perpustakaan FAH | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
: Jakarta., 2024
Deskripsi Fisik
78 hlm. 25 cm
Bahasa
Arab
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Informasi Detil
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Muhammad Rafi Alhafizh
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas










