Gangguan stres pasca trauma pada tokoh utama dalam novel akhilat al-zill karya Mansoura Ez-Eldin berdasarkan teori Gerald J. Davison (psikologi sastra).
Hafizha Farah Amalina - Personal Name
Dr. Rizqi Handayani, MA - Personal Name
Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik tokoh utama dan gangguan Post Traumatic Stress Disorder yang terdiri dari gejala, penyebab, serta pengaruhnya terhadap tokoh utama dalam novel "الظل أخيلة "karya Mansoura Ez-Eldin, berdasarkan teori Gerald J. Davison. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan psikologi sastra. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat dari novel tersebut serta literatur terkait. Penelitian menemukan bahwa tokoh utama, Camelia, mengalami perubahan drastis dari sosok yang sehat dan teratur menjadi pribadi rapuh dengan tanda-tanda penuaan dini. Secara psikis, Camelia menjadi penyendiri, terasing, dan sering dihantui kenangan traumatis akibat gangguan stres pasca-trauma (Post Traumatic Stress Disorder). Gejala Post Traumatic Stress Disorder yang dialaminya meliputi: pertama, pengalaman ulang (Re-Experiencing), yang memengaruhi emosi dan kesehariannya. Penanganannya dilakukan melalui imajinasi dan ritual. Kedua, penghindaran (Avoidance), yang membuat Camelia menarik diri dan menjaga jarak emosional; ia menenangkan diri melalui ritus dan isolasi. Ketiga, hipereksitabilitas (Hiperaronal), yang memengaruhi tidur, kemarahan, serta kecemasannya. Dia mencoba menenangkan diri melalui refleksi dan ritual, akibat trauma mendalam setelah menyaksikan pembunuhan brutal ibu dan kakaknya. Penelitian ini menegaskan bahwa novel ini merefleksikan realitas trauma dengan relevansi yang mendalam, sekaligus menawarkan wawasan penting bagi studi sastra dan psikologi tentang dampak psikologis trauma terhadap individu. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik tokoh utama dan gangguan Post Traumatic Stress Disorder yang terdiri dari gejala, penyebab, serta pengaruhnya terhadap tokoh utama dalam novel "الظل أخيلة "karya Mansoura Ez-Eldin, berdasarkan teori Gerald J. Davison. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan psikologi sastra. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat dari novel tersebut serta literatur terkait. Penelitian menemukan bahwa tokoh utama, Camelia, mengalami perubahan drastis dari sosok yang sehat dan teratur menjadi pribadi rapuh dengan tanda-tanda penuaan dini. Secara psikis, Camelia menjadi penyendiri, terasing, dan sering dihantui kenangan traumatis akibat gangguan stres pasca-trauma (Post Traumatic Stress Disorder). Gejala Post Traumatic Stress Disorder yang dialaminya meliputi: pertama, pengalaman ulang (Re-Experiencing), yang memengaruhi emosi dan kesehariannya. Penanganannya dilakukan melalui imajinasi dan ritual. Kedua, penghindaran (Avoidance), yang membuat Camelia menarik diri dan menjaga jarak emosional; ia menenangkan diri melalui ritus dan isolasi. Ketiga, hipereksitabilitas (Hiperaronal), yang memengaruhi tidur, kemarahan, serta kecemasannya. Dia mencoba menenangkan diri melalui refleksi dan ritual, akibat trauma mendalam setelah menyaksikan pembunuhan brutal ibu dan kakaknya. Penelitian ini menegaskan bahwa novel ini merefleksikan realitas trauma dengan relevansi yang mendalam, sekaligus menawarkan wawasan penting bagi studi sastra dan psikologi tentang dampak psikologis trauma terhadap individu.
Ketersediaan
| SA24066 | SKR BSA | Perpustakaan FAH | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
SKR BSA 24066
Penerbit
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah : Jakarta., 2024
Deskripsi Fisik
xii, 89 hlm.
Bahasa
Arab
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Informasi Detil
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Hafizha Farah Amalina
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas










