Dinamika Sosial Budaya dan Keagamaan Masyarakat Transmigran Pramuka II Rajabasa Lama II Lampung Tengah (1973-1998)
Atika Arsy - Personal Name
Amirul Hadi - Personal Name
Skripsi ini membahas dinamika sosial budaya dan keagamaan masyarakat
Transmigran Pramuka II yang terletak di Desa Rajabasa Lama II, Kabupaten
Lampung Tengah, Provinsi Lampung pada masa Orde Baru. Masyarakat Desa
Rajabasa Lama II ini terdiri atas para transmigran Pramuka II yang berasal
dari Kecamatan Jombang, Jawa Timur dan masyarakat pendatang yang berasal
dari Pulau Jawa serta pendatang dari daerah lainnya di Provinsi Lampung.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, dengan menggunakan
teori praktik dari Pierre Bourdieu. Pendekatan yang digunakan adalah
pendekatan sosiologi. Penelitian ini menggunakan sumber sejarah lisan yang
melibatkan para anggota transmigran pramuka II serta masyarakat yang secara
langsung terlibat dalam aktivitas sosial-budaya dan agama di desa Rajabasa
Lama II. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh sumber-sumber
dokumen dan arsip dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek sosial budaya, masyarakat
transmigran pramuka II menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia
dalam komunikasi sehari-hari. Mereka juga aktif dalam mendirikan sekolah
sebagai upaya meningkatkan pendidikan masyarakat lokal. Selain itu,
masyarakat transmigran pramuka II turut serta dalam melestarikan seni
tradisional ludruk sebagai bagian dari warisan budaya. Di sisi lain, dalam
aspek keagamaan, desa Rajabasa Lama II menjadi tempat berkembangnya
berbagai organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU),
Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan Jamaah
Tabligh. Kehadiran beragam ormas tersebut mencerminkan pluralitas
keagamaan di dalam masyarakat transmigran tersebut dan memberikan
gambaran tentang dinamika agama di tingkat lokal.
Transmigran Pramuka II yang terletak di Desa Rajabasa Lama II, Kabupaten
Lampung Tengah, Provinsi Lampung pada masa Orde Baru. Masyarakat Desa
Rajabasa Lama II ini terdiri atas para transmigran Pramuka II yang berasal
dari Kecamatan Jombang, Jawa Timur dan masyarakat pendatang yang berasal
dari Pulau Jawa serta pendatang dari daerah lainnya di Provinsi Lampung.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, dengan menggunakan
teori praktik dari Pierre Bourdieu. Pendekatan yang digunakan adalah
pendekatan sosiologi. Penelitian ini menggunakan sumber sejarah lisan yang
melibatkan para anggota transmigran pramuka II serta masyarakat yang secara
langsung terlibat dalam aktivitas sosial-budaya dan agama di desa Rajabasa
Lama II. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh sumber-sumber
dokumen dan arsip dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek sosial budaya, masyarakat
transmigran pramuka II menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia
dalam komunikasi sehari-hari. Mereka juga aktif dalam mendirikan sekolah
sebagai upaya meningkatkan pendidikan masyarakat lokal. Selain itu,
masyarakat transmigran pramuka II turut serta dalam melestarikan seni
tradisional ludruk sebagai bagian dari warisan budaya. Di sisi lain, dalam
aspek keagamaan, desa Rajabasa Lama II menjadi tempat berkembangnya
berbagai organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU),
Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan Jamaah
Tabligh. Kehadiran beragam ormas tersebut mencerminkan pluralitas
keagamaan di dalam masyarakat transmigran tersebut dan memberikan
gambaran tentang dinamika agama di tingkat lokal.
Ketersediaan
| SS24073 | SKR SPI 24073 | Perpustakaan FAH (Skripsi SPI) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
SKR SPI 24073
Penerbit
FAH UIN Jakarta : Jakarta., 2024
Deskripsi Fisik
ix + 95 hlm.; 23 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
SKR SPI
Informasi Detil
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Atika Arsy
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas










