PERPUSTAKAAN Prof. Dr. Nurcholish Madjid

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Wacana Sekularisme dalam Pidato Adonis “Kebenaran Puisi dan Kebenaran Agama”

No image available for this title
Penelitian ini mengkaji dan menganalisis teks pidato Adonis pada kuliah
umum di Komunitas Salihara Art Center pada 3 November 2002 yang berjudul
“Kebenaran Puisi dan Kebenaran Agama.” Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan studi
kepustakaan. Data yang berkaitan dengan pidato Adonis, profil Adonis, serta profil
Komunitas Salihara Art Center dikumpulkan untuk menemukan wacana sekularisme
dalam pitado Adonis serta bagaimana wacana tersebut muncul. Data tersebut akan
dianalisis dengan menggunakan teori Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse
Analysis) Norman Fairclough melalui konsep tiga dimensi analisisnya yaitu analisis
dimensi teks, praktek wacana dan praktek sosial budaya. Hasil penelitian ini
menunjukkan adanya wacana sekularisme pada pidato Adonis yaitu ide tentang
pemisahan agama dari politik, ilmu pengetahuan, seni, budaya dan puisi. Sedangkan
munculnya wacana sekulerisme dalam pidato Adonis dipengaruhi oleh kesamaan
ideologi sekularisme antara Adonis, Salihara dan audiens yang mendengarkan pidato
Adonis dan wacana tersebut muncul dalam konteks merespon permasalahan ide-ide
sekularisme yang diperbicangkan di Indonesia
Ketersediaan
SA23016SKR BSA 23016Perpustakaan FAH (SKRIPSI BSA)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detil
Judul Seri

-

No. Panggil

SKR BSA 23016

Penerbit

FAH UIN Jakarta : Jakarta.,

Deskripsi Fisik

ix + 137 hlm.; 23 cm

Bahasa

Arab

ISBN/ISSN

-

Klasifikasi

SKR BSA

Informasi Detil
Tipe Isi

text

Tipe Media

-

Tipe Pembawa

-

Edisi

-

Info Detil Spesifik

-

Pernyataan Tanggungjawab
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas

Share :


Link Repository

Pustaka Digital Internasional

Berikut link E-Jurnal, E-Book , dan E-Lib Internasional. Silahkan klik tab disamping, klik logo nya untuk menuju website Pustaka Digital Internasional

Punya kritik , saran , pesan harapan ?