Terbaru
Lihat lebih banyak100 RP
Lihat lebih banyakPopuler
Lihat lebih banyakCara Pembayaran
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dorong Literasi Digital untuk Mendukung Transformasi Perpustakaan Modern
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dorong Literasi Digital untuk Mendukung Transformasi Perpustakaan Modern
Suasana Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kini berbeda. Tak hanya deretan rak buku, ruang kolaborasi modern dan layar interaktif mulai mendominasi. Para mahasiswa tak lagi sekadar membaca, tetapi berdiskusi, mengakses jurnal internasional, dan mengikuti Kelas Literasi Digital yang dipandu pustakawan. Inilah wujud nyata transformasi perpustakaan dari tempat penyimpanan buku menjadi pusat ekosistem pengetahuan berbasis teknologi [citation:1].
Perpustakaan UIN Jakarta menyambut 9.117 mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 dengan layanan digital yang masif. Kepala Perpustakaan, Agus Rifai, Ph.D., menegaskan bahwa perpustakaan adalah mitra strategis dalam perjalanan akademik, didukung puluhan ribu koleksi cetak dan e-resources bereputasi [citation:12]. Langkah ini merupakan akselerasi untuk menjawab tantangan zaman dan mendukung visi UIN Jakarta sebagai kampus bereputasi global [citation:2].
Kelas Literasi Digital Jadi Andalan Mahasiswa
Program unggulan Kelas Literasi Digital menjadi primadona. Mahasiswa dibekali kemampuan mengakses OPAC, Repository, dan Touch & Go Mobile Library, sebuah platform perpustakaan digital berbasis gawai. Pelatihan tools akademik seperti Zotero dan Mendeley, serta bimbingan akses e-journal internasional, langsung dipandu pustakawan berpengalaman [citation:1]. Program ini dirancang untuk membentuk mahasiswa yang kritis dan cakap dalam mengelola informasi di tengah banjir data digital [citation:11].
Antusiasme terhadap kelas ini menunjukkan pergeseran kebutuhan mahasiswa. Mereka tak hanya mencari buku fisik, tetapi juga kemampuan menelusur dan memilah referensi ilmiah yang kredibel. Perpustakaan merespons dengan menghadirkan kelas secara luring dan daring, memastikan seluruh sivitas akademika memiliki kompetensi literasi informasi yang setara [citation:5]. Hal ini sejalan dengan upaya penguatan budaya riset yang menjadi fokus perpustakaan sepanjang tahun 2025 [citation:2].
Kecerdasan Buatan dan Layanan Mobile
Terobosan AI Smart Search menjadi fitur yang paling menarik perhatian. Sistem pencarian cerdas ini mampu memahami konteks kata kunci, menampilkan buku, jurnal, dan skripsi yang relevan secara instan. Mahasiswa seperti Faiha Ramadhania mengaku sangat terbantu karena bisa mencari referensi tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. Selain itu, Virtual Assistant Chatbot siap melayani pertanyaan pemustaka selama 24 jam [citation:3].
Inovasi Mobile Service mengubah cara pustakawan berinteraksi. Kini, pustakawan tidak menunggu di meja layanan, tetapi mendatangi mahasiswa di berbagai sudut kampus. Mereka membantu diskusi, bimbingan literasi, dan rekomendasi referensi ilmiah secara langsung. Pendekatan ini membangun interaksi edukatif yang lebih akrab dan responsif terhadap kebutuhan pemustaka di era serba cepat [citation:1].
Koleksi Melimpah dengan Sentuhan Digital
Hingga pertengahan 2025, Perpustakaan UIN Jakarta mencatat total koleksi sebanyak 48.363 judul buku. Angka ini terus bertambah secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan akademik dan tren referensi global. Koleksi mencakup berbagai bidang, mulai dari keislaman, sosial-humaniora, hingga sains dan teknologi, yang selaras dengan kurikulum dan kebutuhan riset di lingkungan kampus [citation:7].
Transformasi digital juga terlihat pada integrasi layanan daring. Civitas akademika dapat mengakses katalog melalui OPAC dan memanfaatkan platform e-book, jurnal ilmiah, serta repositori digital kampus. Penguatan akses e-resources ini berperan penting dalam menunjang penulisan skripsi, tesis, dan disertasi, memastikan mahasiswa memiliki landasan teori dan analisis yang berkualitas [citation:2][citation:7].
Ruang Kolaborasi dan Ekosistem Akademik
Konsep Library as The Third Space diusung untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang ketiga yang nyaman dan produktif, setelah rumah dan kelas. Ruang kolaborasi modern disediakan untuk diskusi, belajar kelompok, dan pengembangan ide riset. Komunitas akademik FRESH (Fatahillah Researchers for Science and Humanity) turut menghidupkan atmosfer kepenulisan dan kolaborasi di lingkungan perpustakaan [citation:1].
Prinsip Library Every Space memastikan layanan perpustakaan dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Teknologi digital memungkinkan koleksi dan layanan hadir tanpa batas ruang dan waktu. Kolaborasi dengan berbagai mitra eksternal, termasuk penyedia database dan jejaring perpustakaan, terus diperluas untuk memperkaya akses informasi [citation:4][citation:2].
Prestasi dan Implikasi ke Depan
Upaya transformasi ini membuahkan hasil nyata. Perpustakaan UIN Jakarta meraih posisi pertama dalam Academic Library Innovation Award (ALIA) 2025 yang diselenggarakan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI). Prestasi ini menjadi bukti komitmen kolektif pustakawan dalam menghadirkan inovasi yang relevan bagi komunitas akademik [citation:6]. Keberhasilan ini juga menginspirasi institusi lain, seperti IAIN Langsa, yang datang belajar untuk menerapkan konsep serupa di Aceh [citation:9].
Ke depan, transformasi digital bukan hanya tentang adopsi teknologi, tetapi perubahan cara berpikir. Perpustakaan UIN Jakarta akan terus mengembangkan layanan berbasis kecerdasan buatan yang adaptif dan inklusif. Dengan ekosistem yang kolaboratif dan inovatif, perpustakaan siap menjadi tulang punggung pengembangan ilmu pengetahuan dan mitra strategis dalam mewujudkan kampus berdaya saing global [citation:4][citation:2].



































