Terbaru
Lihat lebih banyak100 RP
Lihat lebih banyakPopuler
Lihat lebih banyakCara Pembayaran
Program Pengembangan Sastra Arab UIN Jakarta Mendukung Kolaborasi Akademik di Tingkat Internasional
Program Pengembangan Sastra Arab UIN Jakarta Mendukung Kolaborasi Akademik di Tingkat Internasional
Kampus Ciputat, Jumat siang, ruang rafik Fakultas Adab dan Humaniora dipenuhi sembilan peneliti dari Universitas Leiden dan SOAS London. Mereka tidak sekadar berkunjung, melainkan menyusun indeks manuskrip Arab klasik koleksi Perpustakaan Utama UIN Jakarta yang teridentifikasi mencapai 1.247 naskah, sebagian besar belum terdigitalisasi secara lengkap.
Momen itu menjadi cuplikan nyata dari program pengembangan sastra Arab yang sejak 2024 dirancang sebagai proyek payung kolaborasi internasional. Bukan hanya pertemuan tahunan, program ini mengintegrasikan lokakarya terjemahan, beasiswa riset singkat, dan jalur publikasi bersama di jurnal terindeks Scopus yang melibatkan 15 perguruan tinggi dari sembilan negara.
Dari Ruang Kelas ke Jaringan Global
Program ini berangkat dari evaluasi internal Fakultas Adab dan Humaniora pada awal 2024 yang menunjukkan hanya 12 persen dosen Sastra Arab memiliki publikasi internasional dengan co-author asing. Target tahun ini menaikkan angka itu hingga dua kali lipat, didukung oleh skema hibah kolaboratif senilai total Rp 4,2 miliar yang bersumber dari LPDP dan mitra universitas di Timur Tengah.
Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. Ade Rina, menjelaskan bahwa sastra Arab tidak lagi dipandang sekadar filologi klasik. Ia menjadi pintu masuk pemahaman budaya dan diplomasi akademik, terutama ketika 72 persen mahasiswa program ini terlibat dalam proyek digitalisasi manuskrip dan penerjemahan kontemporer, yang langsung terhubung dengan pusat studi Islam di Eropa dan Asia.
Riset Kolaboratif sebagai Poros Utama
Setiap semester, program ini mengirimkan minimal delapan dosen dan sepuluh mahasiswa pascasarjana ke universitas mitra di Malaysia, Mesir, dan Belanda. Data terakhir mencatat 27 joint research proposal sudah diajukan ke berbagai lembaga pendanaan internasional, termasuk Gerda Henkel Stiftung dan British Academy, dengan tingkat keberhasilan pendanaan awal sekitar 33 persen pada kuartal pertama 2025.
Salah satu proyek unggulan adalah studi komparatif syair Arab klasik dan puisi Nusantara abad ke-18, yang melibatkan tim dari Universitas Malaya dan Universitas Hamburg. Tim ini berhasil melacak 43 naskah perbandingan yang tersebar di tiga negara, membuktikan bahwa pendekatan filologi digital mampu menjembatani metode penelitian tradisional dengan analisis korpus berbasis kecerdasan buatan.
Laboratorium Digital sebagai Simpul Kolaborasi
Fakultas meresmikan Laboratorium Digital Sastra Arab pada Maret 2025, dilengkapi perangkat optical character recognition (OCR) khusus aksara Arab dan perangkat lunak pencocokan teks. Lab ini digunakan bersama oleh peneliti dari UIN Jakarta, Universitas Leiden, dan McGill University untuk menguji coba 5.000 halaman manuskrip yang berhasil di-scan dan diolah dalam enam bulan terakhir.
Kepala lab, Dr. Fauzan, menyebutkan bahwa kecepatan pengolahan data meningkat 200 persen dibanding metode manual. Dalam empat bulan, lab ini juga menjadi host bagi tiga visiting professor yang datang melalui skema pertukaran staf, menghasilkan dua draf buku dan satu pangkalan data terbuka yang bisa diakses oleh 12 institusi akademik lintas benua secara real-time.
Penerjemahan dan Publikasi Lintas Bahasa
Selain riset, program pengembangan ini menekankan penerjemahan resiprokal. Sejak Agustus 2024, telah dihasilkan 19 karya terjemahan dari Arab ke Indonesia dan sebaliknya, termasuk antologi esai kritikus sara Mesir dan kompilasi puisi penyair perempuan kontemporer Indonesia. Tiga di antaranya akan diterbitkan oleh penerbit akademik di London dan Kairo pada akhir tahun ini.
Publikasi gabungan di jurnal ilmiah juga menjadi andalan. Hingga April 2025, terhitung 11 artikel telah dipublikasikan di jurnal Q1 dan Q2 dengan total sitasi awal mencapai 47, sebuah capaian yang dinilai cepat untuk kajian humaniora. Mitra internasional mengapresiasi model co-editing yang memungkinkan setiap naskah ditelaah oleh minimal empat pakar dari dua negara berbeda.
Dampak pada Kurikulum dan Kualitas Pengajaran
Keterlibatan dosen dalam proyek kolaborasi secara langsung memperbarui 40 persen konten mata kuliah Sastra Arab, terutama di ranah metodologi penelitian dan kritik teks. Mahasiswa kini mendapat paparan langsung terhadap studi kasus internasional, seperti penggunaan database manuskrip Princeton dan perbandingan edisi kritis yang dikerjakan oleh tim multinasional.
Evaluasi internal menunjukkan bahwa 84 dari 100 mahasiswa angkatan 2023 merasakan peningkatan wawasan tentang dinamika keilmuan global. Mereka mengikuti minimal satu sesi guest lecture dari peneliti asing per semester. Fakultas mencatat, minat mahasiswa untuk mengambil topik skripsi berbasis komparasi lintas budaya meningkat 55 persen dibanding tahun sebelumnya, indikasi kuat bahwa program ini merembes ke akar akademik.
Menuju Konsorsium Asia Tenggara dan Timur Tengah
Ke depan, UIN Jakarta bersama tiga mitra utama—Universitas Islam Internasional Malaysia, Universitas al-Azhar, dan Universitas Sharjah—merancang pembentukan konsorsium studi sastra Arab dan Nusantara. Rencana ini sudah dibahas dalam pertemuan virtual sepanjang Januari–April 2025 dan ditargetkan resmi terbentuk pada akhir 2026, dengan platform bersama untuk berbagi data, kurikulum, dan jadwal mobilitas.
Direktur program, Prof. Yusuf Rahman, menyebutkan bahwa konsorsium akan mengelola dana abadi riset sebesar Rp 6,5 miliar dari kontribusi awal keempat institusi. Jika terwujud, ini akan menjadi jaringan pertama di kawasan yang secara khusus memadukan filologi, kritik sastra, dan studi digital. Implikasinya luas: tidak hanya reputasi akademik UIN Jakarta yang meningkat, tetapi juga posisi Indonesia sebagai titik temu kajian humaniora Islam global.



































