Terbaru
Lihat lebih banyak100 RP
Lihat lebih banyakPopuler
Lihat lebih banyakCara Pembayaran
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta Perkuat Budaya Riset melalui Pengembangan Publikasi Ilmiah
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta Perkuat Budaya Riset melalui Pengembangan Publikasi Ilmiah
Di ruang sidang lantai tiga Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta, deretan layar monitor menampilkan dashboard pencapaian publikasi dosen. Data terakhir per Agustus 2026 mencatatkan lonjakan jumlah artikel yang terindeks Scopus hingga 38 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Fakultas yang dikenal sebagai pusat studi humaniora Islam ini tak ingin sekadar menjadi penonton dalam pusaran riset nasional. Mereka menginisiasi program "Publikasi Terintegrasi" yang menggabungkan pendampingan penulisan, alokasi dana hibah, hingga pelacakan sitasi secara real-time.
Strategi Mendorong Produktivitas Dosen Muda
Dari 97 dosen aktif, Fakultas Adab dan Humaniora menargetkan minimal 60 persen di antaranya memiliki publikasi bereputasi internasional pada akhir 2027. Target ini terbilang ambisius mengingat rasio dosen-peneliti di lingkungan UIN Jakarta selama ini didominasi oleh profesor senior.
Dekan Fakultas, Dr. Phil. Ade Rina Farida, M.Hum., menyebutkan bahwa pihaknya membentuk tim task force riset yang bertemu setiap pekan. Tim ini bertugas mengidentifikasi potensi topik riset dari data Naskah Kuno dan manuskrip Islam yang menjadi kekayaan khas fakultas.
Hibah Riset dan Insentif Publikasi Berkala
Fakultas mengalokasikan dana hibah internal sebesar Rp 350 juta untuk periode 2026-2027. Dana ini dibagi dalam tiga klaster: riset kolaboratif internasional, publikasi buku ajar berbasis riset, dan konversi skripsi mahasiswa berprestasi menjadi artikel jurnal.
Setiap artikel yang terbit di jurnal Q1 atau Q2 memperoleh insentif tambahan Rp 5 juta per penulis utama. Kebijakan ini terbukti memicu semangat kompetitif, terlihat dari 12 proposal riset yang diajukan dalam kurun tiga bulan terakhir—angka tertinggi sepanjang sejarah fakultas.
Kolaborasi dengan Pusat Studi dan Perpustakaan Digital
Fakultas menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Utama UIN Jakarta dan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) untuk mengakses database manuskrip digital. Saat ini, lebih dari 2.000 naskah klasik telah didigitalkan dan dapat dijadikan bahan riset primer oleh dosen dan mahasiswa.
Langkah ini merespons fakta bahwa 70 persen riset humaniora di Indonesia masih mengandalkan sumber sekunder. Dengan akses langsung ke naskah asli, dosen bisa menghasilkan kajian filologi dan kodikologi yang orisinal serta memiliki potensi sitasi lintas negara.
Pelatihan Metodologi dan Manajemen Referensi
Fakultas rutin menggelar workshop daring dan luring bertajuk "Research Bootcamp" setiap dua bulan sekali. Peserta tidak hanya diajari cara menulis abstrak yang menarik, tetapi juga memanfaatkan tools seperti Zotero, Mendeley, dan software analisis korpus untuk penelitian linguistik sejarah.
Hingga Juli 2026, tercatat 45 dosen dan 60 mahasiswa pascasarjana telah mengikuti pelatihan ini. Angka partisipasi ini meningkat 22 persen dari tahun sebelumnya, menandakan bahwa ekosistem riset perlahan bergeser dari budaya individual menuju kerja kolektif yang terukur.
Monitoring dan Evaluasi Berbasis Indikator Kinerja
Setiap tiga bulan, dekanat menggelar rapat evaluasi capaian publikasi menggunakan papan skor digital. Indikator yang dipantau meliputi jumlah submission, acceptance rate, rata-rata waktu review, hingga peta kolaborasi penulis dari berbagai institusi dalam dan luar negeri.
Salah satu temuan menarik adalah peningkatan kolaborasi internasional sebesar 15 persen, terutama dengan universitas di Malaysia, Turki, dan Belanda. Fakultas menargetkan adanya minimal 10 artikel bersama penulis asing per tahun sebagai bentuk pengakuan global atas kualitas riset lokal.
Implikasi ke Depan: Dari Tradisi ke Inovasi Terbuka
Ke depan, Fakultas Adab dan Humaniora berencana meluncurkan jurnal daring akses terbuka sendiri yang mengkhususkan pada kajian naskah Nusantara. Platform ini akan menggunakan sistem peer-review terbuka dan menyediakan data pendukung berupa transkripsi lengkap dari setiap manuskrip yang diteliti.
Jika target ini terpenuhi, UIN Jakarta tidak hanya mencetak lulusan yang melek riset, tetapi juga menjadi rujukan utama bagi peneliti global yang ingin memahami Islam Nusantara dari sisi filologi dan sejarah sosial. Budaya riset yang kuat hari ini adalah fondasi bagi otoritas keilmuan esok hari.



































