Kontribusi Algemeen Steunfonds voor Inheemsche Behoeftigen (ASIB) dalam Mengurangi Dampak Krisis Ekonomi di Karesidenan Banyumas Tahun 1935-1939
Isnaeni setyaningsih - Personal Name
Amelia Fauzia - Personal Name
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Algemeen
Steunfonds voor Inheemsche Behoeftigen (ASIB) dalam mengurangi dampak
krisis ekonomi di Karesidenan Banyumas pada tahun 1935-1939. Krisis
ekonomi global pada tahun 1930-an menyebabkan peningkatan kemiskinan
dan pengangguran di berbagai wilayah, termasuk Karesidenan Banyumas.
ASIB didirikan sebagai respons terhadap kondisi sosial-ekonomi yang
semakin memburuk, dengan tujuan menyediakan berbagai bentuk bantuan
kepada masyarakat terdampak krisis ekonomi.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan
sosiologis untuk mengkaji bagaimana ASIB berperan dalam mendukung
masyarakat. Sumber data utama yang digunakan meliputi arsip surat kabar,
artikel, serta majalah berbahasa Belanda yang diterbitkan selama periode
tersebut. Teori modal sosial dari Pierre Bourdieu diterapkan untuk memahami
pentingnya jaringan sosial, pengakuan, serta dukungan kolektif yang dimiliki
ASIB dalam memperoleh kepercayaan dan dukungan dari berbagai pihak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASIB telah berkontribusi dalam
mengurangi dampak krisis ekonomi di Karesidenan Banyumas melalui
berbagai program bantuan, seperti distribusi makanan, pendirian balai
penampungan, penyediaan lapangan kerja, serta distribusi pakaian dan
perawatan kesehatan. Meskipun demikian, krisis ekonomi yang
berkepanjangan dan penurunan dukungan finansial memaksa ASIB untuk
menghentikan sebagian besar program bantuannya di Karesidenan Banyumas
pada bulan November 1939.
Steunfonds voor Inheemsche Behoeftigen (ASIB) dalam mengurangi dampak
krisis ekonomi di Karesidenan Banyumas pada tahun 1935-1939. Krisis
ekonomi global pada tahun 1930-an menyebabkan peningkatan kemiskinan
dan pengangguran di berbagai wilayah, termasuk Karesidenan Banyumas.
ASIB didirikan sebagai respons terhadap kondisi sosial-ekonomi yang
semakin memburuk, dengan tujuan menyediakan berbagai bentuk bantuan
kepada masyarakat terdampak krisis ekonomi.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan
sosiologis untuk mengkaji bagaimana ASIB berperan dalam mendukung
masyarakat. Sumber data utama yang digunakan meliputi arsip surat kabar,
artikel, serta majalah berbahasa Belanda yang diterbitkan selama periode
tersebut. Teori modal sosial dari Pierre Bourdieu diterapkan untuk memahami
pentingnya jaringan sosial, pengakuan, serta dukungan kolektif yang dimiliki
ASIB dalam memperoleh kepercayaan dan dukungan dari berbagai pihak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASIB telah berkontribusi dalam
mengurangi dampak krisis ekonomi di Karesidenan Banyumas melalui
berbagai program bantuan, seperti distribusi makanan, pendirian balai
penampungan, penyediaan lapangan kerja, serta distribusi pakaian dan
perawatan kesehatan. Meskipun demikian, krisis ekonomi yang
berkepanjangan dan penurunan dukungan finansial memaksa ASIB untuk
menghentikan sebagian besar program bantuannya di Karesidenan Banyumas
pada bulan November 1939.
التوفّر
| SS24086 | SKR SPI 24086 | Perpustakaan FAH (Skripsi SPI) | متوفر ولكن ليس للإعارة - No Loan |
معلومات بالتفصيل
عنوان السلسلة
-
رقم الطلب
SKR SPI 24086
ناشر
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah : Jakarta., 2024
التوريق
xiv, 95 hlm. ; illus. ; 25 cm.
اللغة
Indonesia
ردمك/ردمد
-
تَصْنِيفٌ
SKR SPI
معلومات بالتفصيل
نوع المحتويات
text
نوع الوسائط
-
نوع الناقل
-
الإصدارة
-
تفاصيل محددة
-
بيان المسؤولية
Isnaeni Setyaningsih
لا توجد نسخة أخرى متوفرة
ملف مرفق










