Dampak Kebijakan Pemerintah Orde Baru Terhadap Kehidupan Etnis Tionghoa Di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Tahun 1967-1998
MUHAMAD SYAHRUL SYIDIK - Personal Name
Johan Wahyudi, - Personal Name
Penelitian ini berupaya untuk menganalisis mengapa suatu
kebijakan perlu untuk diterapkan dan bagaimana dampak yang
diterima etnis Tionghoa dari penerapan kebijakan tersebut.
Penulisan skripsi ini menggunakan metode historis dengan
menggunakan pendekatan sosiologi dan politik, yang diperkuat
dengan teori kebijakan publik yang dikemukakan oleh Thomas R
Dye yang dimuat dalam buku Kebijakan Publik, Konsep, Teori dan
Aplikasi. Sumber atau data yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan arsip atau dokumen, wawancara dan observasi
lapangan.
Adapun temuan dari penelitian ini adalah latar belakang
munculnya suatu kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Orde
Baru tidak terlpas dari kondisi sosial dan politik bangsa yang
sedang genting terlebih pasca tragedi 1965 yang menempatkan
etnis Tionghoa ikut terlibat dalam upaya kudeta. Sedangkan
penerapan kebijakannya sendiri meliputi berbagai bidang
kehidupan seperti sosial, politik, kebudayaan dan keagamaan.
Dampak kebijakan yang sangat terasa bagi etnis Tionghoa di
Kecamatan Ciampea sendiri yaitu dari pembatasan dalam bidang
keagamaan dan kebudayaan yang secara tidak langsung telah
menghilangkan identitas ketionghoaan mereka, selin itu bidang
administrasi juga dianggap sangat merugikan karena bagi etnis
Tionghoa yang ingin memiliki surat bukti kewarganegaraan harus
mencantumkan agama resmi yang diakui, sedangkan ketika itu
Konghucu belum diakui sebagai agama resmi di Indonesia
kebijakan perlu untuk diterapkan dan bagaimana dampak yang
diterima etnis Tionghoa dari penerapan kebijakan tersebut.
Penulisan skripsi ini menggunakan metode historis dengan
menggunakan pendekatan sosiologi dan politik, yang diperkuat
dengan teori kebijakan publik yang dikemukakan oleh Thomas R
Dye yang dimuat dalam buku Kebijakan Publik, Konsep, Teori dan
Aplikasi. Sumber atau data yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan arsip atau dokumen, wawancara dan observasi
lapangan.
Adapun temuan dari penelitian ini adalah latar belakang
munculnya suatu kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Orde
Baru tidak terlpas dari kondisi sosial dan politik bangsa yang
sedang genting terlebih pasca tragedi 1965 yang menempatkan
etnis Tionghoa ikut terlibat dalam upaya kudeta. Sedangkan
penerapan kebijakannya sendiri meliputi berbagai bidang
kehidupan seperti sosial, politik, kebudayaan dan keagamaan.
Dampak kebijakan yang sangat terasa bagi etnis Tionghoa di
Kecamatan Ciampea sendiri yaitu dari pembatasan dalam bidang
keagamaan dan kebudayaan yang secara tidak langsung telah
menghilangkan identitas ketionghoaan mereka, selin itu bidang
administrasi juga dianggap sangat merugikan karena bagi etnis
Tionghoa yang ingin memiliki surat bukti kewarganegaraan harus
mencantumkan agama resmi yang diakui, sedangkan ketika itu
Konghucu belum diakui sebagai agama resmi di Indonesia
Verfügbarkeit
| SS23047 | SKR SPI 23047 | Perpustakaan FAH (Skripsi SPI) | Verfügbar, aber nicht entleihbar - No Loan |
Detaillierte Informationen
Reihentitel
-
Signatur
SKR SPI 23047
Verlag
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah : Jakarta., 2023
Umfang
xi,61 hlm,25 cm
Sprache
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klassifikation
SKR SPI
Detaillierte Informationen
Inhaltstyp
text
Medientyp
-
Datenträgertyp
-
Ausgabe
-
Anmerkung
-
Mitarbeiter
MUHAMAD SYAHRUL SYIDIK
Keine anderen Ausgaben verfügbar
Dateianhang










